mengerti dan dimengerti
entah berapa kali kita berhadapan dengan beragam perbedaan dan berbagai tantangan menghadapi perbedaan
saya sepakat dengan tidak ada yang salah dalam perbedaan yang salah hanyalah sudut pandang kita dalam memahami dan mengerti perbedaan
entah asumsi apa yang menganggap perbedaan adalah alat pemersatu, entah asumsi apa yang mendeklarasikan bahwa walaupun kita berbeda namun satu tujuan
saya berbeda dengan dia dan mungkin dengan mereka dan saya enggan untuk mengerti sudut pandang mereka yang berbeda dengan saya dan saya juga mereka enggan mengerti perbedaan sudut pandang saya dengan mereka
saya tidak mengerti dan mereka tidak mengerti. saya dan mereka hanya bisa menerka sampai mana batas pengertian kami masing – masing hingga berada di titik yang dipaksakan bertemu dan kemudian saling menjauh dari titik tersebut karena kami saling menyadari bahwa kami berbeda dan harus tetap berjalan masing – masing dengan sudut pandang masing – masing. suku kata kami akhirnya harus kembali pada kata saya dan mereka
keengganan untuk mengertikah yang menjadi jurang atas segala perbedaan?
perbedaan sudut pandangkah yang memperlebar jurang perbedaan?
apakah karena saya dan mereka terlalu yakin dengan kepercayaan masing – masing sehingga hasrat untuk mengertipun tidak ada? saya enggan mengerti mereka dan mereka enggan mengerti saya
haruskah kita hidup masing – masing dengan pemikiran masing – masing? tegur sapa dan anjangsana hanya sebagai formalitas semata dan profesionalitas semata sementara di sisi lain saya dan mereka mempunyai argumen masing – masing dengan keteguhan akan kepercayaan masing – masing?
semakin saya melihat adanya pertautan zaman, semakin adanya pertautan waktu membuat saya dan mereka semakin sulit mengerti akan hal – hal yang memang melintasi ruang dan waktu
dimensi kami berbeda adalah solusi sementara untuk menenangkan saya yang sedang gelisah akan perbedaan yang kian lama kian meruncing dan menggrogoti saya dan mereka
akankah solusi bertemu di satu titik kemudian berpencar adalah jalan terbaik? saya anggap ini juga solusi sementara dengan asumsi bahwa keadaan kami sama – sama seimbang, akan lain ceritanya jika saya atau mereka mempunyai pengaruh dominan terhadap hal – hal yang krusial
andaikan masalah perbedaan untuk sebuah kepentingan dengan keberuntungan dominasi kepada salah satu pihak dengan kepercayaannya maka hasil akhir dari kepentingan tersebut jelas akan berpihak kemana, kepada pihak dengan kekuatan dominan dan hasil yang berbanding terbalik untuk kepercayaan pihak yang berada di kepercayaan lain yang ternyata belum beruntung dalam hal dominasi kali ini
entah apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan, salah dan benar terkadang tidak sejalan dengan kalah dan menang
untuk semua yang merasa seperti saya dan seperti mereka silahkan kembali pulang dengan kepercayaan masing – masing semoga pertahanan kita akan kepercayaan masing – masing tetap percaya
walaupun terkadang saya tetap tidak dapat mengerti mereka dan mereka tetap tidak mengerti saya
bertahan untuk stabilisasi dan waktu akan menjawab, tidak ada yang salah dengan perbedaan saya dan mereka ataupun kita
saya ingin sedang berusaha, jika kita saling paham bahwa kita sebenarnya berbeda mungkin kita akan saling paham bahwa kita juga sebenarnya harus mengerti
bahwa ada saya, ada mereka dan ada kita

No comments:
Post a Comment