Friday, October 9, 2009

dan kita berbicara tentang apa saja

Menurut sebuah slogan perlawanan paling mutakhir, jatuh cinta adalah aksi tertinggi dari revolusi, sebuah perlawanan terhadap dunia yang konyol, yang teratur dan terbatas. Dalam artian lain, jatuh cinta adalah sesuatu yang subversif. Ketika segalanya jatuh untuk tidak terkontrol dan segalanya terjadi begitu spontan.
Sebagaimana semua orang melihatnya. Tidak ada apa – apa namun tidak ada yang biasa – biasa saja. Satu tatapan mata saja dan segalanya sudah cukup untuk membuat runtuh seluruh dunia.

Seperti kata salah satu dewa dari belahan bumi yang lain, “Diagnosis dokter akan cinta adalah serupa kolera”. Tiada hal yang dapat kami temukan untuk mengobati sekian penyakit yang ditimbulkan olehnya. Tiada hal serupa teknologi modern yang bisa menghilangkan ingatan dengan sempurna, bahkan dalam kasus sains-fiksi sekalipun.
Menggemari sebuah film untuk melupakan cinta dan ingatan. Hingga detik ini belum mendapatkan penyelesaian untuknya.

Ketika ingin lupa.
Ketika ingin mengingatnya.
Ketika begitu sakit.
Ketika begitu menyenangkan.

Semuanya serupa sinar matahari yang menerangi dunia yang serupa salju abadi. Terlalu terang dan terlampau dingin.
Hanya berharap sedikit bahwa cuaca tidak sepanas atau tidak semendung seperti saat ini. Pandangan mata tidak serabun saat ini, dan gedung – gedung tinggi tidak bermunculan begitu saja yang serta merta menghalangi pandangan. Ya, cahaya malam itu tidak akan ada dan tergantikan dengan cahaya malam ini. Betapa sebuah rasa yang melesak tiba – tiba muncul di bagian bawah perut yang kemudian memberikan kesan sabuah tinju yang lembut di dada, yang kemudian memberat perlahan. Ingatan yang ringkih dan dahsyat sekaligus.

Sesuatu yang mengganjal itu muncul ketika kepala menghantam bantal tidur. Sesuatu yang muncul ketika kantuk masih setengah dan kesadaran perlahan menghilang. Berupa bayangan yang muncul di saat yang tidak pernah tepat.

Jika seandainya dapat berada di masa yang tepat ketika mesin waktu tidak beredar sebagai fiksi. Seperti laci nobita yang bisa membawa kepada masa – masa yang tidak hanya berhenti pada kenangan. Berjanji akan membuat kenangan yang lebih menggetarkan dan membuat usaha lebih keras untuk mendapatkannya walaupun sadar bahwa keabadian hanyalah milik momentum – momentum. Walaupun semuanya terjadi dibawah kesadaran.