
kepada tuhan yang kami sebut dalam berbagai nama
dan tuhan yang kami sembah dengan berbagai cara
terima kasih atas rahmat yang telah engkau berikan
dan jauhkanlah kami dari percobaan
amin
bait doa diatas diucapkan bersamaan dengan kombinasi dua insan ciptaan tuhan yang dipisahkan dengan kenyataan mereka berbeda kepercayaan
berbeda kepercayaan namun percaya bahwa tuhan hanya satu, hanya cara penyebutan namanya saja yang berbeda
percaya bahwa tuhan adalah pencipta yang maha esa namun karena tuhan kita berbeda sehingga cara kita menyembahpun berbeda
satu keyakinan bahwa percaya tuhan adalah satu hanya namanya yang berbeda beda
atau satu kepercayaan bahwa yakin tuhan hanya ada satu hanya cara menyembahnya yang berbeda - beda
banyak spekulasi tentang permasalahan paling sensitif dalam setiap makhluk bernama manusia dan pergolakan batinnya dengan tuhan mereka masing - masing
ada yang menyatakan bahwa kepercayaan terhadap tuhan adalah sesuatu yang sangat sakral sehingga sangat sulit untuk diformulasikan atau karena memang bimbang dengan apa yang harusnya diformulasikan
ingin berkata bahwa tuhannyalah yang paling benar, namun ada yang mengatakan lebih benar, ada yang menjanjikan paling benar
dan ada keterbatasan dalam mengakses informasi untuk menciptakan formula terbaik, salahkah mencari yang terbaik? salahkah menentukan pilihan?
entah mengapa, berpindah untuk mencari yang terbaik adalah sebuah kesalahan besar, ingkar besar, wujud ketidakbersyukuran?
lalu bagaimana menjawab pertanyaan - pertanyaan yang ada han?
keterbatasan ruang dan waktu yang tersisa menyisakan tanda tanya yang mungkin tidak terjawab
mungkin terjawab, dengan sugesti, dengan asumsi, dengan restriksi mungkin?
dan apakah memang kepercayaan adalah jalan terbaik menjawab semua pertanyaan?
kepercayaan menjadi sesuatu yang sangat sensitif dan tidak menyisakan sedikit tempat untuk melakukan peninjauan kembali
kepercayaan membuat banyak sekali perang yang katanya memang sudah tergariskan, kepercayaan memisahkan banyak kesatuan, kepercayaan menjadi propaganda termurah sepanjang sejarah bunuh - bunuhan umat manusia dan kepercayaan menyisakan banyak tanda tanya
kepada tuhan (atau apapun kalian menyebutnya),
semoga pertanyaan dan segala keresahan akan kepercayaan dapat dijawab dengan damai kepada semua yang mempertanyakan
saya hanya mengharapkan tidak ada lagi perang atas nama kepercayaan, sangat meringis ketika berperang demi memperjuangkan kepercayaan yang dianggap terbaik dengan tujuan yang sebenarnya sama, mencari tuhan.
apalah arti kemenangan atas nama tuhan dan kepercayaan jika pada realitanya tuhan dan kepercayaan anda hanyalah sebuah alat yang dianggap murah dan mudah untuk diperangkan.
amin atas segala doa yang dipanjatkan dengan beragam cara yang dilakukan.

rin, tulisan yang di bawah amin itu beneran lo yang nulis?
ReplyDeletei can't believe this, darl..
gak nyangka gue, gue baru nemuin sisi yang kaya gini dari seorang lo. ternyata tulisan memang lebih berarti dibanding pembicaraan..
inspirasinya ada dari film yang kontroversial di indonesia
ReplyDeletekayanya ngga bakal ditayangin di layar lebar yang kolot dan tersandung beragam relugasi atas nama lembaga sensor haha
premierenya di uk, tapi mungkin nanti ada screeningnya di film2 festival, semoga :)
like this mai :)
ReplyDeleteini film yang kamu tunjukin trailer nya di youTube itu kan? cin(T)a ?? rite? :)