bulan ke enam tahun ketiga saya di yogyakarta, sebuah daerah yang konon katanya istimewa dan diistimewakan telah membuat saya belajar banyak tentang hal - hal yang selama ini mungkin tidak saya anggap penting.
beberapa pekan terakhir jika kita melihat sebuah benda canggih yang merupakan media penyalur informasi sebagian besar masyarakat indonesia, sebut saja televisi, yang melalui program - programnya dapat membentuk opini publik baik yang membenarkan, menyesatkan dan menyedihkan.
menyoroti tentang televisi dan program - programnya yang menjenuhkan, saya sangat menyayangkan hal ini, seharusnya pada sebuah negara berkembang akan lebih baik apabila sebuah tayangan dapat lebih mendidik dan memberikan kebanggaan, hal terakhir adalah rasa yang telah hilang secara perlahan - lahan ketika saya menonton televisi.
insan pertelevisian indonesia, saya masih percaya kita pasti bisa membuat semua ini lebih baik. bisakah nantinya rasa kebanggaan itu kembali? semoga.
sebelum memulai, saya tekankan bahwa disini saya tidak akan membahas tentang sinema elektronik dengan rating tinggi namun menyedihkan secara kualitas ataupun program reality show sangat banyak jauh dari realita. saya rasa anda semua juga sudah sangat jenuh dengan hal - hal yang menyedihkan tersebut.
saya akan mengambil dua contoh kasus yang menurut saya mempunyai kesamaan dalam perspektif saya selama mengikuti beberapa berita terbaru akhir - akhir ini. pertama tentang kasus seorang yang telah mempunyai kedudukan tinggi dalam lembaga independen berskala nasional, pada saat dia telah mendapat hati di masyarakat umum betapa hebatnya dia menyelesaikan permasalahan akut bangsa ini dengan serangan - serangan yang spektakuler dan monumental sehingga mengesankan bahwa dia adalah racun tikus masa kini, dielu - elukan oleh banyak orang, memberikan kuliah - kuliah umum dimana - mana dan pada akhirnya pada saat sedang meninggi terkuaklah berita tentang dia yang ternyata otak pembunuhan seorang petinggi negara karena permasalahan asmara. saya tidak percaya bahwa hanya karena wanita dan asmara, jika ditambahkan kata konspirasi sehingga menjadi konspirasi asmara akal sehat saya bisa lebih menerima. ketika masyarakat telah meninggi dan berekspektasi kemudian direndahkan dan dihapuskan ekspektasinya. untuk mereka yang hanya menonton mungkin marah, kecewa, beberapa masih percaya.
kedua, contoh seorang wni yang konon katanya disiksa oleh suaminya yang berkebangsaan asing di negeri seberang. motif yang sama yang saya lihat disini, berita siksaan yang sangat dramatisir dan adegan kepulangan dia yang sangat amat teramat dramatisir membuat saya dan mungkin beberapa teman bergedik dan terheran - heran. ada apa dengan dia? setelah banyak yang membela dan mencaci maki pihak yang diposisikan bersalah, dan banyak yang mengekspos berlebihan tentang betapa perlunya dia dibela. ternyata, banyak fakta yang mengejutkan bahwa ternyata dia ternyata ini, ibunya ternyata itu, dan banyak variabel lainnya yang mengakibatkan berkurangnya respect orang - orang yang semula membelanya dan kemudian akhirnya memilih untuk meninggalkannya karena kecewa akan realita yang ada.
konspirasi dibalik berita dan cerita memang adakah?
sebuah kisah diceritakan dengan begitu indah dan dramatis sehingga masyarakat telah meninggi,menyanjung dan membangga kemudian direndahkan,diperlihatkan atau dipaksa melihat bahwa yang mereka tinggikan adalah sesuatu yang rendah dan tidak membanggakan.
saya hanya takut kaum - kaum yang sangat percaya akan berita dan cerita jika semakin banyak kasus dan drama semacam ini akan semakin terpuruk rasa kebanggannya, apa rasanya ketika kebanggaan anda hanya sebuah konspirasi murahan dan apa rasanya ditinggikan kemudian direndahkan?
ekspekstasi rasional saya menginginkan semoga nantinya banyaknya konspirasi tidak akan membuat banyak orang terpengaruh sehingga mengguncang kepercayaan.
memang sulit menaruh kepercayaan besar kepada sebuah kepercayaan di negeri ini, jika ingin mencari berita di televisi kita harus menillik lebih teliti, siapakah pemilik stasiun televisi ini? adakah banyak kepentingan di balik layar?
jika membuka media massa, jika terlihat keberpihakan kepada orang - orang penting negeri ini adalah sesuatu yang wajar karena memang merekalah somebody di negeri ini.
kepada semua pihak yang berwenang memberikan berita dan cerita, baik kewenangan secara struktural dan personal, marilah dimulai kembali memberikan yang terbaik untuk cerita dan berita kita masing - masing sehingga alur dan setting yang masuk akal dapat kembali menimbulkan kepercayaan yang selama ini hilang dan semoga masih dapat dikembalikan.
Monday, June 15, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

hmmm...
ReplyDeletelu lupa masukin ttg brita slah satu RS bertaraf internasional man,biar lbh trasa crita dalam sebuah beritanya.ahaha
nice writting :)
media massa? jangan berbicara tentang alur serta setting dan segala content yang ada di dalamnya, menyebutkan nama saja yang sudah tercatat dalam akte dan KTP orang saja mereka sering salah, jadi percaya atau tidak percaya dikembalikan lagi kepada pembacanya. media massa bukan hanya mencari kebenaran, tapi mereka bagaimana mereka dapat mempengaruhi masyarakatlah yang mereka tekankan. jadi kalau bisa berbicara tentang kekuasaan, bahkan presiden kalah berkuasa dengan media massa yang jauh lebih bisa mempengaruhi masyarakat..
ReplyDeletehahaha pembentukan opini publik di negara ini memang penting
ReplyDeletepropaganda adalah hal yang wajar
konspirasi jadi jalan menuju ketenaran
hahaha
cuma bisa tercengang cengang melihat berita dan terpusing pusing dengan daily infotainment
even god hates infotainment HAHA
God of director..tuhan yg menjalankan mesin waktu ini,ada kalanya mesin ini brjalan dan ada waktunya mesin waktu ini terhenti..manusia sbagai perencana dari maha tindakan tuhan..lewat doa,harapan dan prbuatan manusia mulai menata dan maintanance mesin trsebut agar dapat brjalan stabil dan harmonis..ketakutan akan tindakan tuhan untuk mematikan mesin tesebut hanyalah pelarian dari kelemahan manusia tesebut..tuhan sebagai director,yg vertikal menjalankan janji tuhan namun manusia di ciptakan sebagai horizontal yg harus mengharmonisasikan mesin tersebut..'hakikihnya tuhan ada dalam diri saya'..saya tidak pernah percaya tentang tuhan,namun saya yakin tentang tuhan.."Percaya or Yakin".. +hahaha klo d lanjutin bisa bikin blog sendiri+
ReplyDelete